Puisi Terakhir Pak BJ Habibie untuk Almh Istrinya Ibu Ainun

Kesetian Pak BJ habibie, Ketika sang istri sedang dirawat di rumah sakit

Kesetian Pak BJ habibie, Ketika sang istri sedang dirawat di rumah sakit

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….

BJ.HABIBIE

Diterbitkan di: on 29 Mei 2010 at 3:14 am  Komentar (14)  
Tags: , ,

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://hanyaasmarini.wordpress.com/2010/05/29/puisi-terakhir-bj-habibie-untuk-almh-istrinya-ibu-ainun/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

14 KomentarTinggalkan komentar

  1. hiks…
    beneran, baru baca sekali aja, baru depannya udah terenyuh…
    nyampe ujung, sedihnya dapet..
    begitu sayang pak prof pada bidadari yang mendampinginya,,,

    andai aku sudah tua, bisa gak yah,,,,

    • kalau ada umur insyaALLAH pasti bisa :)

  2. indah banget

    http://collectionmuslim.wordpress.com/

  3. petani jabon mampir nich..
    salam……

    • salam kenal juga,,,maaf saya baru liat Blog lagi

  4. membaca puisi yang indah jd terharu..hiks,,
    oya salam kenal mba asmarini…semoga silaturahim bisa berlanjut di blog yang merah membara…^^

    • salam kenal juga yah mbak Pu3,,maaf baru buka Blog saya lagi,,eheheheh

  5. semangat yahh…salam kenal….

    di tunggu kunjungan baliknya

    terima kasih …

    • terumakasih atas kunjungannya..

      maaf saya baru buka blog lagi,,
      jadi baru liat :)

  6. Beta cuma bisa mendoakan semoga ibu ainun tenang alam sana… Sabar ya pak prof…kita semua jg pasti akan menyusul kesana.. :)

  7. kisah cinta sampai mati ainun dan habibie… sangat mengharukan… ^^b

    http://www.pondokhati.wordpress.com

    • Bener banget yang lebih bikin merinding beliau niatan untuk selalu datang setiap hari ke kubur ibu ainun untuk 40 hari ini,,

      dan tadi waktu liat beritanya di TV pak habibie sambil membaca ayat kursi tangan kanannya terus mengusap Batu Nisan

      dan ketika hendak ingin meninggalkan kubur,,batu nisan Almh di cium dengan penuh cinta,,

      SALUT!!!

  8. Hmmm,,,, puitis juga pak Prof,ya? tabah ya Pak


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.